Kembali ke Bank Mandiri

Saya memang belum begitu paham mengenai ekonomi syariah ketika memutuskan untuk membuka rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) saat itu. Bagi saya, label syariah sudah cukup menjadi bukti bahwa suatu bank itu benar-benar syar’i. Sampai suatu ketika saya mendapati sebuah faidah yang berharga dari penjelasan Ustadz Arifin Baderi di web Pengusaha Muslim tentang hakikat bank ‘syariah’ yang ada di Indonesia.

Tulisan tersebut terbagi menjadi bagian pertama dan kedua. Secara garis besar, fakta mengenai bank ‘syariah’ di Indonesia dapat diringkas sebagai berikut:

  • Status Perbankan Yang Tidak Jelas
  • Bank Tidak Memiliki Usaha Riil
  • Bank Tidak Siap Menanggung Kerugian
  • Nasabah Bank Tidak Siap Menanggung Kerugian
  • Semua Nasabah Mendapatkan Bagi Hasil
  • Metode Bagi Hasil yang Berbelit-Belit

Singkat cerita, karena sama-sama tidak syar’i, maka dengan membandingkan fitur dan kemudahan di antara BSM dan Bank Mandiri ,saya memilih untuk kembali ke Mandiri.

Bahkan saya memandang Bank Mandiri lebih baik daripada BSM, selain dari sisi kemudahan transaksi dan fasilitas, juga karena Bank Mandiri tidak mendeklarasikan dirinya sebagai bank syariah, sedangkan BSM itu melakukan ‘penipuan’ dengan mengatasnamakan bank syar’i yang pada kenyataannya tidak sesuai syariah juga.

Yang penting untuk saat ini, sesuai dengan fatwa ulama, dalam keadaan darurat, boleh memanfaatkan jasa bank ribawi dengan catatan tidak mengambil ribanya., atau memanfaatkan riba yang didapat untuk kepentingan umum.

Saya akhiri tulisan ini dengan paragraf terakhir dari link yang saya kopikan di atas:

Perbuatan mereka itu tak ubahnya seperti yang dilakukan oleh kaum Yahudi tatkala diharamkan atas mereka untuk memakan lemak. Mengakali pengharaman itu, mereka mencairkan lemak tersebut, lalu menjualnya dan kemudian hasil penjualan itulah yang mereka makan. Menanggapi perilaku keji kaum yahudi ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قاتل الله اليهود، إن الله حرم عليهم الشحوم، فأجملوه، ثم باعوه، فأكلوا ثمنه. خرجه البخاري ومسلم

Semoga Allah membinasakan orang-orang Yahudi, sesungguhnya tatkala Allah mengharamkan atas mereka untuk memakan lemak binatang, merekapun mencairkannya, kemudian menjualnya, dan akhirnya mereka memakan hasil penjualan itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga kita dijaga dari perbuatan yang dimurkai Allah.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.