jump to navigation

Pemilu 2009 January 26, 2009

Posted by superdevil in Uneg-Eneg.
Tags: , ,
trackback

Demokrasi di Indonesia sudah rusak. Not to mention that, demokrasi itu sendiri adalah sesuatu yang tidak sempurna. Dalam prinsip demokrasi yang sesungguhnya, memang benar kalau suara terbanyak yang menang, dengan catatan tidak ada kecurangan. Akan tetapi pernahkah terpikir kalau cara-cara pencarian suara (baca:kampanye) di Indonesia ini sebenarnya mendekati sesuatu yang kita namakan “curang”? Paling tidak bisa kita katakan, cara yang tidak sehat.

Okay, let’s start with iklan caleg yang ditempel dimana-mana, di angkot lah, di tiang listrik, tembok2 manapun yang bukan tempatnya.. Setiap kita pasti sadar kalau orang banyak liat foto dan nama si caleg, pastinya kemungkinan orang bakal milih dia semakin besar. Lha wong dimana2 muka dia terus.. dan emang itu tujuan dari penempelan poster2 caleg yang bejibun banyaknya. Emangnya kita milih based on sering liat nama dan foto dia? Of course not! Well, pastinya kita milih (supposedly) karena kenal sama si caleg kan? Bukan karena sering liat fotonya.. So, why is it still being the most used method?

Terus, iklan-iklan di tivi yang menghabiskan banyak dana dan biaya (udah gitu pake duit negara pulak <_<). Bagi saya sangat tidak esensial dan wasting time and money. Tidak ada yang benar-benar menunjukkan mutu sebuah partai yang mempuyai visi dan misi yang jelas dan beda dari yang lain. Yang ada malah membodohi rakyat Indonesia yang tidak mengerti fakta di dunia luar. Ada yang bilang, partai yang mendukung kebijakan presiden menurunkan BBM tiga kali. Lha iya emang BBM itu baiknya mengikuti harga minyak dunia. Harga minyak dunia emang lagi separah-parahnya turun makanya ga mungkin BBM turun.. Menurut saya itu alasan seperti itu bukan nilai jual untuk sebuah partai. Bayangkan kalau harga minyak dunia tidak turun, toh BBM juga tidak mungkin turun. Sekali lagi itu bukan hal yang patut dibesar-besarkan. Kalau mau, bilang saja BBM turun tiga kali setelah naik sekian kali, kan malah fair tuh! :)

Well kalau dijabarin pasti panjang banget neh. Ya sudah mungkin lain kali diterusin lagi. Ini ga ngajak golput lho, cuma sekedar pewacanaan.. Golput memang bukan sebuah solusi, bukan juga ungkapan ketidak pedulian, akan tetapi golput menyadarkan kita semua kalau masih ada rakyat Indonesia yang tidak puas dengan demokrasi di negeri ini dan tidak mau dibodohi oleh tangan-tangan jahat dan korup (sudah terbukti sejak lama) yang ingin berkuasa.. Merdeka!

Comments»

1. Laila - January 27, 2009

gw curiganya, ntar pemilih milih caleg berdasarkan ganteng dan cantik lagi…wong banyak gitu dan nggak jelas juntrungannya. kok gw masih lebih menyukai sistem dimana kita hanya harus milih partai aja ya? biar partai yang menentukan siapa yang duduk di kursi legislatif?

soalnya kalo gini beribet bener!!!

dan kampanyenya bikin mual!

2. isdiyanto - January 28, 2009

walopun beda-beda pilihannya nanti, yang penting pemilu 2009 tetap damai, dan indonesia tetap satu…

3. agipras - February 2, 2009

mmm…

iya juga sih… lebih baik siapa yang jadi calonnya kita percayakan kepada partai masing-masing yang notabene lebih paham siapa calon-calon yang bagus. demokrasi sendiri membuka kemungkinan untuk menanyai 40 anak-anak bego sekelas yang lagi ada di dalam bus yang melaju di daerah lereng pegunungan curam dengan pertanyaan, ‘lebih baik bus ditambah kecepatannya atau diperlambat?’, dan dijawab, ‘ditambah saja biar keren…’

P.S. Itulah gil gua ga mau jadi caleg… takut kepilih… hahaha…

4. superdevil - February 5, 2009

@agi: kreatip kaleee :) )

5. Muhammad Ilham A. - February 5, 2009

saya sudah memilih golput sejak sma dan masih bertahan dengan pilihan itu. malas berurusan dengan politik praktis! cuma selalu ada yang salah sangka bahwa saya partisan partai tertentu :P

btw, kemaren-kemaren, pernah ditawarin jadi caleg (ga inget partainya apa). kok bisa… :lol: :lol:

6. meri - February 10, 2009

Ga tau ya, kok gw sebel sm orang2 yg golput. Alasannya, kita tu punya mata, telinga,hati, dll tuk nyari tau partai mana yg bagus ato korup. Internet ada, tv ada, koran byk. yg bahas profil dan anggota parpol, kan kita bisa liat,baca dan rasakan..at least, kita musti usaha dikit dunk tuk nyari tau calon pemimpin kita tuk kemajuan bangsa ini…Golput berarti do nothing for this country :D

7. Laila - February 10, 2009

@kk ilham : sama dong kak, saya juga golput… sejak pilpres tahun 04 lalu. waktu pilih partai ngikut sih, tapi udah gitu gak ngikut lagi. sampe pilkada kemaren aja, saya dimusuhin sama sekeluarga karena keukeuh gak mau milih….

8. superdevil - February 10, 2009

@kk ilham: ditawarin jadi caleg? wow! ternyata masih banyak orang oportunis di negeri ini.. ck ck ck..

@kk meri: kalo menurutmu dengan memilih telah berkontribusi untuk bangsa ini, terserah saja. menurutku malah dengan memilih yang jelas2 di mata kita ga da yang bagus, kita ikut menghancurkan bangsa ini,,

@kk laila: good decision kk.. ^_^

9. Meri - February 11, 2009

Alesan aj itu..masak dari beberapa puluh partai itu ga ada yang bagus satu pun? Atur2 aj gan :P

10. dian - February 17, 2009
11. yulifia - March 20, 2009

suka nggak suka.. sekarang yang dipake di sini ya cara itu..

selama belum bisa ngerombak sistemnya (baca: demokrasi) sesuai dengan yang ideal menurut anda.. yah paling enggak, bekerja-lah maksimal untuk mengusakan perbaikan, sekecil apapun perbaikan itu

kalo semuanya cuma jadi dekonstruktor, ya gak bakal segera bangkit negeri ini.

toh kalo negeri ini nanti jadi baik, anda juga kena enaknya.
nah, kalo emang belum kunjung jadi baik, mungkin anda-lah salah satu dari sekian banyak orang yang bisa dipersalahkan atas terhambatnya perbaikan negeri ini..

maaf.. kalo ada salah kata..

12. patomi - April 1, 2009

hidup golput!!! huehehe…

13. superdevil - April 4, 2009

ganti sistem aja kk..
demokrasi di Indonesia sangat tidak cocok..
terlalu memaksakan juga sih menyatukan Indonesia yang udah beraneka ragam, ga cuma dari suku, bahasa dan agama, tapi juga golongan2… -_-

*pemikiran ekstrim*