Desember itu bulan yang sangat menyibukkan. Agenda naik gunung dan jalan-jalan lain, sepertinya akan tertunda, entah sebagian entah semua.
Udah. itu aja.
Desember itu bulan yang sangat menyibukkan. Agenda naik gunung dan jalan-jalan lain, sepertinya akan tertunda, entah sebagian entah semua.
Udah. itu aja.
Saya memang belum begitu paham mengenai ekonomi syariah ketika memutuskan untuk membuka rekening Bank Syariah Mandiri (BSM) saat itu. Bagi saya, label syariah sudah cukup menjadi bukti bahwa suatu bank itu benar-benar syar’i. Sampai suatu ketika saya mendapati sebuah faidah yang berharga dari penjelasan Ustadz Arifin Baderi di web Pengusaha Muslim tentang hakikat bank ‘syariah’ yang ada di Indonesia.
Tulisan tersebut terbagi menjadi bagian pertama dan kedua. Secara garis besar, fakta mengenai bank ‘syariah’ di Indonesia dapat diringkas sebagai berikut: Continue reading
Berikut alasan saya kenapa saya pakai dua nomor, yang mana dulu saya anti pake handphone lebih dari satu. Ternyata:
Dulu sempat terpikir banyak. Entah kenapa pas nulis ini cuma terpikir segini. Ada yang mau menambahkan?
Cerita ini, tokoh utamanya masih sama seperti pada episode “Surga Edelweiss Papandayan“, yaitu saya dan Dimas. Awalnya kami bingung memilih antara gunung Papandayan (lagi), Salak, atau Ceremai. Sebenarnya kalau Dimas sih nyantai, tinggal ngikut. Sayanya aja yang ribet mau nyari yang paling bagus. Hehe..
Berawal dari obrolan di Group Facebook “KIPALA (Komunitas Ikhwan Pecinta Alam)”, kami menimbang dan memutuskan untuk menjajaki gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut pada hari Sabtu 15 Oktober 2011 melalui jalur Linggarjati yang konon paling ramai di antara jalur yang lain. Continue reading
Saya kurang begitu ingat jika harus menengok terlalu ke belakang mengenai apa yang terjadi pada tanggal ini. Saya pikir tidak ada salahnya kalau Saya coba urai satu per satu dimulai dari yang terbaru: Continue reading
Nothing happens until you make it happen.
Sejauh apapun tempat yang ingin kita kunjungi, dengan izin Allah, jika ada kemauan, pasti ada jalan. Dan Alhamdulillah kali ini Allah memperkenankan saya mengunjungi Gunung Rinjani (3726 mdpl) yang terletak di Pulau Lombok. Karena cukup lama dan panjang, catatan perjalanan kali ini akan saya buat dengan format timeline.
Tidak diragukan lagi salah satu tanda hari kiamat adalah tersebarnya kebodohan dan diangkatnya ilmu di antara manusia. Salah satu sikap yang menjadi kebiasan sebagian (besar) masyarakat kita adalah lebih suka menumpahkan kesalahan dan hujatan ke Pemerintah dan cenderung mensucikan diri sendiri. Ya, pernahkah mereka bermuhasabah barang sebentar, barangkali kesalahan ada pada para penghujat, pada mereka yang hobi demo dan berkoar-koar, seolah mereka manusia yang paling berhak mengatur urusan rakyat dan paling ahli? Sedangkan di mata mereka, pemerintah itu tidak lebih dari sekedar sampah yang harus disingkirkan segera dari kursi kekuasaan atas nama kedaulatan rakyat yang diagung2kan itu!
Tidak pernahkah mereka mendengar firman Allah: Continue reading
Lebaran kali ini ngga seru banget. Ada yang selasa, ada yang rabu.
Demikian terlontar secara makna, dari sebagian warga di kampung kami dan juga mungkin di belahan bumi lain di Indonesia. Ya, boleh jadi tebakan Anda benar, Saya termasuk penganut Lebaran pro-pemerintah, begitu pula tetangga sekitar. Permasalahan perbedaan hari raya memang menjadi polemik bagi sebagian besar muslimin di negeri ini. Di antara mereka ada yang cari aman dengan mengikuti pemerintah, ada juga yang memang fanatik dengan golongannya. Maaf, saya hanya mengatakan fanatik pada mereka yang sekedar ikutan tanpa tahu apa yang mendasari pilihan mereka.
Ada dua alasan utama saya mengikuti pemerintah, Continue reading
Tepat di hari ke-4 di Madinah, menjelang shalat ashar, kami bersiap dengan pakaian ihram menuju Mekkah Al Mukarramah. Untuk penduduk Madinah, miqat dimulai dari Dzul Hulaifah atau Abyar Ali, kira-kira setengah jam dari Kota Madinah. Saat itulah kami mulai berniat umrah dan bertalbiyah sepanjang jalan menuju Makkah. Perjalanan ditempuh kurang lebih 9 jam menuju hotel tempat kami bermalam di Makkah, sehingga sampai di sana sekitar pukul 02:00 dini hari. Continue reading
Segala puji bagi Allah yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengunjungi salah satu di antara tempat paling mulia dan suci di bumi ini, Kota Madinah Al Munawarah. Berbekal visa umrah dan koper berisi beberapa baju serta perlengkapan lain, saya pun menapakkan kaki di Kota Nabi ini pada tanggal 9 Agustus 2011 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1432 H, pada pagi hari yang cerah, di Hotel Madinah, 250 meter dari Masjid Nabawi Asy Syarif. -semoga Allah menjaganya-.